
AI dan Masa Depan UMKM: Exabytes Perkenalkan Tiga Tahap GROW AI
Lanskap, Jakarta – Perkembangan artificial intelligence (AI) membuka akses baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran, dan layanan pelanggan.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam SME DigitalFest 2026 yang digelar Exabytes Indonesia di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema “UMKM + AI”, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi, praktisi, dan mitra ekosistem digital. Lebih dari 100 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan adopsi AI menjadi salah satu fokus kegiatan karena teknologi tersebut mulai masuk ke berbagai aktivitas bisnis.
Melalui program GROW AI, Exabytes memperkenalkan tiga tahap yang dapat ditempuh UMKM, yaitu Naik Kelas, Naik Omzet, dan Naik Level.
Tahap pertama berfokus pada fondasi digital, seperti website, domain, email bisnis, serta sistem kerja yang dapat diukur.
Tahap kedua mengarahkan pemanfaatan AI pada aktivitas yang berhubungan dengan pendapatan, termasuk konten penjualan, iklan, layanan pelanggan, dan penjualan lintas kanal.
Tahap ketiga berkaitan dengan kesiapan ekspansi melalui akses pendanaan, infrastruktur yang aman, serta kemitraan jangka panjang.
Dalam festival tersebut, Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tri Wahyudi membahas kondisi dan arah digitalisasi UMKM Indonesia.
Sementara Direktur Pengembangan Bisnis dan Layanan Pemasaran SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus membahas peluang UMKM memperluas pasar dari lokal menuju global.
Perspektif keamanan siber, dampak sosial, dan pengalaman pelanggan turut dibahas melalui panel yang menghadirkan perwakilan ADIGSI, SDG Impact Partners, dan Retensi AI.
AI untuk Aktivitas Bisnis
Pemanfaatan AI juga dibahas melalui sejumlah studi praktik. Founder Dapur Bu Sastro Izma Yuliansyah membagikan pengalaman modernisasi bisnis berbasis tradisi, sedangkan AI Visual Director Brillian Fairiandi membahas mitos dan realitas AI untuk bisnis kecil.
Marketing Lead Mekari Desty Timothy Santoso menyoroti pentingnya integrasi sistem untuk mengelola toko online, inventaris, dan toko offline.
“Dengan sistem Mekari Desty, pelaku usaha dapat mengelola toko online, stok inventaris, hingga toko offline di banyak cabang dari satu sistem,” ujarnya.
Festival tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk menguji ide bisnis melalui GROWpreneur Competition 2026.
Kompetisi dimenangkan Steven dari Reka Tridi. Menurut Steven, pengalaman mengikuti kompetisi sekaligus membuka pemahaman baru mengenai penggunaan teknologi untuk mendukung operasional bisnis.
Selain itu, peserta dapat mengikuti workshop AI dan mencoba berbagai layanan melalui AI Clinic, Demo Lab, Solution Zone, serta Booth Mission.
Bagi Exabytes, pengembangan ekosistem digital UMKM tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Edukasi menjadi bagian penting agar pelaku usaha dapat memahami kebutuhan bisnis dan menentukan teknologi yang relevan.
SME DigitalFest 2026 menjadi bagian dari inisiatif GROW AI: Run Smarter, Operate Faster, GROW Further, yang diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM membangun fondasi digital dan mengembangkan skala bisnis melalui teknologi. (Rnie)



