World Rhino Day di Aston Serang Kenalkan Konservasi Badak Jawa kepada Anak
2 mins read

World Rhino Day di Aston Serang Kenalkan Konservasi Badak Jawa kepada Anak

3 Kali Dibaca

Lanskap, Serang – Mengenalkan satwa liar kepada anak-anak bisa dilakukan melalui aktivitas yang menyenangkan. Hal tersebut dilakukan Aston Serang saat memperingati World Rhino Day pada 19 September 2026.

Memasuki tahun ketiga, kegiatan tersebut mengangkat edukasi mengenai Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang masih bertahan di Taman Nasional Ujung Kulon.

Anak-anak mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari mewarnai tumbler hingga menonton film dokumenter tentang populasi Badak Jawa.

Kegiatan diselenggarakan bersama OFORA Trust Foundation dan turut dihadiri John Ryan dari UPM Program, Australia.

Konservasi Dikenalkan Lewat Dunia Anak

Aktivitas mewarnai tumbler menjadi media untuk mengenalkan pesan konservasi dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian anak.

Setelah aktivitas kreatif, peserta mendapatkan edukasi mengenai Badak Jawa dan pentingnya menjaga habitatnya. Film dokumenter mengenai populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran.

Regional General Manager Banten Area Aston, Doddy Fathurahman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan isu konservasi sejak usia dini.

“Ini adalah kesempatan untuk memperkenalkan isu konservasi kepada anak-anak dengan cara yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Doddy.

Menurutnya, anak-anak perlu memahami bahwa perlindungan Badak Jawa tidak hanya berkaitan dengan satwanya, tetapi juga dengan kelestarian habitat dan lingkungan di sekitarnya.

World Rhino Day di Aston Serang Kenalkan Konservasi Badak Jawa kepada Anak

Tiga Tahun Bersama OFORA Trust Foundation

Kolaborasi Aston Serang dan OFORA Trust Foundation dalam memperingati World Rhino Day telah berlangsung selama tiga tahun.

OFORA Trust Foundation merupakan organisasi nirlaba yang memiliki perhatian terhadap peningkatan populasi Badak Jawa, perlindungan habitat, serta masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon.

Sementara itu, John Ryan dari UPM Program Australia turut hadir dalam kegiatan tahun ini. Kehadirannya memberikan perspektif mengenai pentingnya melibatkan generasi muda dalam pengenalan isu keanekaragaman hayati.

John juga mengapresiasi kegiatan yang menghadirkan edukasi konservasi dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.

Mengenal Badak Jawa Sejak Dini

Badak Jawa menjadi salah satu bagian penting dari keanekaragaman hayati Indonesia. Karena itu, pengenalan terhadap satwa tersebut kepada generasi muda menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan World Rhino Day, anak-anak diajak memahami bahwa keberadaan satwa liar memiliki hubungan erat dengan kondisi habitatnya.

Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan atau peringatan tahunan, tetapi dapat menjadi pengetahuan awal bagi anak-anak untuk lebih peduli terhadap satwa dan lingkungan di sekitarnya. (Hen)