
Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional Digelar dalam Gebyar Kreasi Jendela Puspita
Lanskap, Bekasi – Bahasa dan sastra mendapatkan ruang melalui Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Kreasi Jendela Puspita.
Mengangkat tema “Dengan Kata Kurekat Makna, Dengan Bahasa Kubangun Bangsa”, lomba ini membuka kesempatan bagi peserta kategori pelajar dan guru/umum untuk menunjukkan kemampuan membaca sekaligus menginterpretasikan karya puisi.
Kegiatan diselenggarakan oleh Jendela Puspita, bersama Komunitas Pegiat Literasi dan Budaya Nusantara, Senniart, dan Hotel HARRIS.
Seleksi Dilakukan Secara Daring
Kompetisi berlangsung dalam dua tahapan. Seleksi awal dilaksanakan secara daring mulai 16 September hingga 4 Oktober 2026.
Sistem daring memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai wilayah untuk mengikuti tahap awal tanpa perlu hadir langsung di Bekasi.
Setelah seleksi, peserta yang lolos akan melanjutkan ke babak final secara luring pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Final dijadwalkan berlangsung di HARRIS Hotel & Convention Bekasi.
Mengasah Kemampuan Ekspresi
Membaca puisi memiliki tantangan tersendiri. Peserta perlu memahami karya yang dibawakan agar pesan di dalamnya dapat tersampaikan kepada penonton.
Karena itu, kemampuan berekspresi, penghayatan, intonasi, serta penggunaan bahasa menjadi bagian dari pengalaman yang akan dijalani peserta selama kompetisi.
Bagi pelajar, lomba ini juga dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berbicara dan tampil di depan publik. Sementara bagi guru dan peserta umum, kegiatan ini membuka ruang untuk terus berinteraksi dengan bahasa dan sastra.
Hadiah hingga Rp7 Juta
Penyelenggara menyiapkan total hadiah hingga Rp7 juta bagi peserta yang berhasil meraih posisi terbaik.
Adapun biaya pendaftaran lomba ditetapkan sebesar Rp100 ribu.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui:
Dewi: 0856-5556-0747
Melalui Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional, Gebyar Kreasi Jendela Puspita diharapkan dapat mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang yang memiliki minat terhadap bahasa dan sastra.
Puisi pun tidak hanya ditempatkan sebagai karya yang dibacakan di atas panggung, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan gagasan, mengungkapkan perasaan, dan mengenalkan kekayaan bahasa Indonesia. (Red)



