Membangun Proyek dari Hubungan yang Kuat, Nindya Karya Perkuat Kemitraan melalui SPF 2026
2 mins read

Membangun Proyek dari Hubungan yang Kuat, Nindya Karya Perkuat Kemitraan melalui SPF 2026

2 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Di balik sebuah proyek konstruksi, ada rantai kerja panjang yang melibatkan banyak pihak. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh seberapa kuat hubungan antara perusahaan dan para mitranya.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian PT Nindya Karya (Persero) melalui Strategic Partnership Forum (SPF) 2026 yang digelar di Gedung Nindya, Jakarta, 9 September 2026.

Selama dua hari, sekitar 60 perwakilan mitra bisnis berkumpul untuk berdiskusi mengenai perkembangan proyek, pengalaman kerja sama, rantai pasok, keuangan, hingga kualitas dan tata kelola.

Bagi Nindya Karya, forum tersebut bukan sekadar agenda tahunan. SPF menjadi ruang untuk menyamakan perspektif dan memperkuat komunikasi dengan pihak-pihak yang turut menentukan keberhasilan proyek.

Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah, mengatakan hubungan dengan mitra merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis perusahaan.

“Hubungan dengan mitra merupakan bagian penting dalam ekosistem bisnis Nindya Karya. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat, transparan, profesional, dan berorientasi pada kinerja agar setiap proyek dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” ujarnya.

Pada hari pertama, pembahasan diarahkan pada perkembangan proyek, pengalaman dan pembelajaran, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pekerjaan mendatang.

Hari kedua memiliki karakter berbeda. Peserta yang hadir merupakan para mandor proyek yang berada lebih dekat dengan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Nindya Karya memperkenalkan aplikasi SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan). Bersamaan dengan itu, peserta diajak melihat pentingnya proses kerja sama yang semakin terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan proyek.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya, Sri Haryanto, menempatkan mandor sebagai salah satu bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan proyek.

“Menurut kami, mandor atau mitra kerja hadir sebagai mitra strategis yang bersama-sama dengan PT Nindya Karya (Persero) dengan tujuan yang sama, yaitu menghasilkan pekerjaan terbaik, sehingga perlu untuk menjaga komitmen bersama dalam mengoptimalkan waktu, biaya dan produktivitas,” katanya.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi sharing knowledge bertema Quality Excellence melalui Manajemen Strategic Partner yang dibawakan oleh Dr. Ir. Bimo Prasetyo.

Dari ruang diskusi hingga pengalaman di lapangan, SPF 2026 memperlihatkan bahwa kemitraan dalam industri konstruksi bukan sekadar hubungan kerja berdasarkan kebutuhan proyek.

Ada komunikasi yang perlu dirawat, kualitas yang harus dijaga, serta kepercayaan yang perlu dibangun dalam jangka panjang.

Karena itu, Nindya Karya mendorong hubungan dengan para mitra untuk berkembang menjadi kemitraan strategis yang memberikan nilai tambah bagi semua pihak sekaligus memperkuat ekosistem rantai pasok yang profesional dan berkelanjutan.

Strategic Partnership Forum pun terus dipertahankan sebagai bagian dari komitmen Nindya Karya dalam membangun hubungan jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan, profesionalisme, dan semangat tumbuh bersama. (Hnd)