Di Tengah Penantian, Doa untuk Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Menggema dari Masjid Bimantara
1 min read

Di Tengah Penantian, Doa untuk Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Menggema dari Masjid Bimantara

3 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Jumat pagi itu, sebelum salat Jumat dimulai, Masjid Bimantara di kompleks MNC Tower, Jakarta Pusat, dipenuhi doa untuk mereka yang hingga kini belum kembali.

Jemaah bersama-sama memanjatkan doa bagi lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda ketika menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Nama-nama para pewarta foto disebut dalam doa. Mereka adalah Yudistiro Pranoto dari iNews Media Group, M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis freelance.

Tiga awak kapal yang mendukung kegiatan peliputan juga masih dalam pencarian.

Pengurus DKM Bimantara, Ustaz H Imam Syafi’e, memimpin doa bersama. Para jemaah kemudian diajak membaca Surah Al-Fatihah dengan penuh keikhlasan, menitipkan harapan agar seluruh kru diberikan keselamatan.

Di tengah pencarian yang belum memberikan kepastian, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar. Ia menjadi cara sederhana untuk menjaga harapan tetap hidup, terutama bagi keluarga yang masih menunggu kabar.

Head of News Gathering iNews Media Group, Lukman Hanafi, mengatakan doa menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah proses pencarian.

“Jadi ini sebagai ikhtiar, ya,” kata Lukman.

Menurut Lukman, Jumat menjadi momentum tersendiri bagi umat Islam untuk memanjatkan doa. Karena itu, doa bersama dilakukan untuk menitipkan harapan bagi keselamatan para kru yang hilang.

Namun, ikhtiar tidak berhenti pada doa. Koordinasi bersama berbagai pihak yang berwenang terus dilakukan. Tim gabungan diharapkan dapat menemukan keberadaan seluruh kru dan memberikan titik terang bagi keluarga.

Bagi keluarga, setiap kabar menjadi sangat berarti. Penantian berlangsung dengan harapan yang sama: lima jurnalis dan tiga awak kapal itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Doa yang menggema dari Masjid Bimantara pun menjadi bagian dari dukungan moral bagi mereka yang sedang menunggu. Sebuah harapan yang sederhana, tetapi besar maknanya: agar mereka segera pulang. (Rnie)