
Ketika Tablet Tak Lagi Sekadar Layar, TECNO Membawa AI ke Ruang Belajar dan Produktivitas
Lanskap, Jakarta – Sebuah tablet hari ini berada di antara banyak kebutuhan. Ia bisa menjadi meja belajar, layar hiburan, ruang kerja, sekaligus jembatan yang menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainnya.
TECNO mencoba membaca perubahan tersebut melalui dua tablet terbarunya di Indonesia, MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2.
Keduanya hadir dengan pendekatan yang berbeda. MEGAPAD 2 berbicara tentang produktivitas dan hiburan, sedangkan MEGAPAD SE 2 lebih dekat dengan dunia pembelajaran anak muda.
Yang menyatukan keduanya adalah teknologi AI dan sistem operasi PAD HiOS 16.3, antarmuka baru yang dirancang khusus untuk pengalaman tablet.
HiOS 16.3 membawa navigasi yang lebih responsif dan tampilan yang dioptimalkan untuk layar besar. Tujuannya sederhana: membuat interaksi dengan tablet terasa lebih natural ketika pengguna berpindah aplikasi, menjalankan multitasking atau menikmati konten.
MEGAPAD 2 dan Ruang Kerja yang Lebih Fleksibel
MEGAPAD 2 membawa layar 11 inci beresolusi 2.5K dengan refresh rate 90Hz.
Di balik layar tersebut terdapat sejumlah fitur AI yang mencoba membuat tablet lebih dari sekadar perangkat konsumsi konten.
Study Hub menjadi ruang untuk berbagai kebutuhan pembelajaran. Photo-based Problem Solving membantu pengguna ketika berhadapan dengan soal yang sulit. AI SnapMemo & MindHub membantu menyusun informasi, sementara AI Drawing Board membuka ruang untuk bereksperimen secara visual.
Ada pula AI Captions dan AI Translation yang membuat konsumsi konten lintas bahasa menjadi lebih mudah.
Namun, salah satu bagian menarik dari MEGAPAD 2 adalah OneLeap.
Melalui ekosistem ini, smartphone, laptop dan tablet dapat bekerja lebih dekat. File bisa dipindahkan dengan drag-and-drop, perangkat dapat dipasangkan dengan satu sentuhan, bahkan layar tablet dapat dimanfaatkan sebagai tambahan bagi perangkat lain.
Dalam situasi kerja yang semakin mobile, kemampuan semacam ini membuat batas antarperangkat menjadi semakin tipis.
MEGAPAD SE 2 Membawa Tablet ke Meja Belajar
Jika MEGAPAD 2 berbicara tentang produktivitas, MEGAPAD SE 2 membawa percakapan tersebut ke ruang belajar.
Tablet ini dilengkapi Hi Tutor dan LearnUp yang menyediakan lebih dari 1.100 sumber belajar gratis.
Bagi orang tua, teknologi bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan perangkat, tetapi juga bagaimana perangkat digunakan. Karena itu, Parental Control Center menjadi bagian penting untuk mengatur waktu penggunaan dan akses aplikasi.
AI juga mengambil peran dalam proses belajar.
Melalui Photo-Based Problem Solving, soal dapat dipotret dan diproses untuk membantu memberikan solusi sekaligus penjelasan. AI Translation mendukung pembelajaran bahasa, sementara AI Image Generation dapat mengubah gagasan dan sketsa menjadi karya visual.
Dengan pendekatan tersebut, tablet tidak ditempatkan semata sebagai alat untuk mencari jawaban, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami, mencoba dan menciptakan sesuatu.
Teknologi yang Dibawa Lebih Dekat
Di sisi perangkat keras, kedua tablet juga membawa karakter masing-masing.
MEGAPAD 2 menggunakan layar 11 inci 2.5K, prosesor MediaTek Helio G100 Ultimate, baterai 8.200mAh dan penyimpanan hingga 256GB yang dapat diperluas sampai 2TB.
MEGAPAD SE 2 menggunakan layar 9,7 inci 2K, MediaTek Helio G88, baterai 7.000mAh dan penyimpanan 128GB.
Keduanya mendukung konektivitas 4G + Wi-Fi, sehingga aktivitas digital tidak harus selalu bergantung pada jaringan Wi-Fi.
Harga pun dibuat berada di dua rentang berbeda.
MEGAPAD 2 dijual mulai Rp4.399.000, sementara MEGAPAD SE 2 hadir dengan harga Rp3.199.000.
Penjualan dimulai pada 9 September 2026 melalui berbagai platform e-commerce dan toko offline mitra TECNO.
Di dalam paket penjualan, konsumen mendapatkan wireless keyboard dan case. TECNO juga memberikan bonus kuota Smartfren hingga 48GB selama satu tahun melalui kerja sama dengan XLSmart.
Pada akhirnya, dua tablet ini memperlihatkan satu arah perkembangan yang semakin jelas: tablet tidak lagi hanya tentang seberapa besar layarnya, tetapi tentang seberapa banyak aktivitas yang dapat dilakukan dari satu ruang digital.
Belajar, bekerja, berkreasi dan menikmati hiburan kini bertemu dalam satu perangkat—dengan AI yang perlahan menjadi bagian dari keseharian. (Rnie)



