
Di Balik Tiga Kali Penghargaan Top Brand Niko Elektronik
Lanskap, Jakarta – Sebuah merek tidak hanya dibangun melalui produk yang hadir di ruang-ruang rumah. Ia tumbuh dari kebiasaan konsumen memilih, menggunakan, lalu kembali mempercayai produk yang sama.
Bagi PT Niko Elektronik Indonesia, perjalanan tersebut tercermin dari keberhasilan mempertahankan Top Brand Award kategori Kompor Gas Kaca selama tiga tahun berturut-turut.
Penghargaan yang diraih pada 2024, 2025, dan 2026 tersebut hadir bersamaan dengan pertumbuhan penjualan Niko pada semester pertama tahun fiskal 2026.
Marketing Director PT Niko Elektronik Indonesia Tjandra Lianto melihat pencapaian tersebut sebagai gambaran dari respons konsumen terhadap produk kompor gas kaca yang ditawarkan perusahaan.
“Keberhasilan mempertahankan pertumbuhan Niko dibarengi dengan keberhasilan sabet Top Brand untuk ketiga kalinya,” ujarnya.
Di tengah perubahan selera konsumen, perangkat rumah tangga tidak lagi hanya dilihat dari fungsi dasarnya. Tampilan, keamanan, dan ketahanan menjadi bagian dari pertimbangan ketika sebuah produk masuk ke ruang domestik.
Ketika Kepercayaan Diukur
Top Brand Award 2026 menggunakan hasil riset independen Frontier yang dilakukan di 15 kota besar Indonesia.
Lebih dari 350 kategori produk masuk dalam survei tersebut. Kekuatan merek diukur melalui Top Brand Index (TBI), dengan tiga parameter: kesadaran merek, penggunaan terakhir, dan niat pembelian ulang.
CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award Handi Irawan D mengatakan, sebuah merek dapat menyandang predikat Top Brand apabila memperoleh nilai TBI minimal 10 persen sekaligus berada di tiga besar kategorinya.
Angka-angka tersebut pada akhirnya berusaha menerjemahkan sesuatu yang lebih sederhana: seberapa kuat sebuah merek tinggal dalam ingatan konsumen dan seberapa besar kemungkinan konsumen kembali memilihnya.
Bagi perusahaan, kekuatan tersebut memiliki nilai yang lebih panjang. Merek merupakan bagian dari aset tak berwujud yang dapat ikut menentukan daya saing dan arah bisnis.
Merek Tidak Berhenti di Produk
Pertumbuhan penjualan juga membawa konsekuensi lain: layanan kepada konsumen harus ikut tumbuh.
Niko Elektronik kini memiliki 32 titik jaringan pusat servis di Indonesia, mulai dari Service Center resmi, Authorized Service Center, hingga Drop Point purna jual.
Jaringan tersebut menjadi bagian dari pengalaman konsumen setelah produk meninggalkan toko dan mulai digunakan di rumah.
Garansi, perbaikan teknis, dan ketersediaan suku cadang menjadi bagian yang menentukan bagaimana sebuah merek dipersepsikan dalam jangka panjang.
“Keberadaan titik servis yang tersebar luas membantu mempercepat penanganan garansi, perbaikan teknis, serta ketersediaan suku cadang resmi bagi para pengguna kompor gas kaca Niko di berbagai kota,” kata Tjandra.
Bagi Niko, tiga penghargaan Top Brand berturut-turut bukan sekadar catatan prestasi. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan untuk menjaga kepercayaan konsumen, sementara pertumbuhan penjualan dan jaringan purna jual menjadi dua sisi lain dari upaya mempertahankan keberadaan merek di tengah pasar perangkat rumah tangga yang terus berubah. (Hnd)



