
Sebelum Luka Ditutup, Ada Langkah yang Perlu Diingat
Lanskap, Bandung – Luka kecil sering hadir sebagai bagian dari keseharian. Terjadi ketika seorang anak bermain, ketika seseorang bekerja, berolahraga, atau saat perjalanan membawa kita pada situasi yang tidak selalu dapat diprediksi.
Di tengah rutinitas tersebut, pertolongan pertama menjadi pengetahuan sederhana yang memiliki arti penting.
Pesan itulah yang dibawa Betadine Indonesia bersama HISFARMA dalam Seminar HISFARMA PD IAI Jawa Barat 2026 di Bandung, Sabtu (5/9). Bertepatan dengan Hari Pertolongan Pertama Sedunia, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membicarakan kembali cara menangani luka ringan sekaligus memperkuat peran apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Pesannya sederhana: “Bersihkan dan Pakai Antiseptik Sebelum Tutup Luka.”
Sebab, menutup luka bukanlah langkah pertama. Sebelum plester atau perban ditempatkan, ada proses yang perlu dilakukan untuk memastikan luka telah dibersihkan dan mendapatkan penanganan awal yang sesuai.
Dalam kegiatan tersebut, prinsip itu dirangkum melalui 4C: Chill, Clean & Disinfect, Cover, dan Comfort.
Pertama, seseorang perlu tetap tenang dan melihat kondisi luka. Setelah itu, luka dibersihkan dari kotoran dan diberikan antiseptik yang sesuai. Barulah luka dapat ditutup menggunakan plester atau kasa bersih.
Tahap terakhir adalah memastikan kenyamanan luka serta mengamati perkembangannya. Jika muncul kondisi yang membutuhkan perhatian, bantuan tenaga kesehatan perlu dicari.
Bagi Apt. Yovita Mercya, apoteker memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat. Pengetahuan mengenai perawatan luka dapat menjadi bagian dari informasi kesehatan yang diberikan dalam interaksi sehari-hari.
Di sisi lain, perkembangan aktivitas masyarakat membuat kebutuhan terhadap perlengkapan pertolongan pertama ikut berubah. Format yang mudah disiapkan dan dibawa menjadi salah satu pertimbangan.
Dalam konteks itulah Betadine Clear Liquid 5 ml diperkenalkan oleh PT iNova Pharmaceuticals Indonesia. Format ringkas tersebut ditujukan untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat sebelum bekerja, bepergian, berolahraga, maupun melakukan kegiatan lainnya.
Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan semata-mata tentang memiliki produk pertolongan pertama. Ia juga berkaitan dengan pengetahuan tentang kapan dan bagaimana sesuatu digunakan.
Melalui kerja sama dengan HISFARMA, Betadine berupaya menempatkan edukasi tersebut lebih dekat dengan masyarakat melalui peran apoteker.
Sebab pada akhirnya, pertolongan pertama dimulai bukan ketika kepanikan datang, melainkan ketika pengetahuan sederhana sudah tersedia dan dapat diterapkan dengan tepat. (Rnie)



