
Di Balik Secangkir Kopi, ICX Jakarta 2026 Mempertemukan Rasa, Keterampilan, dan Komunitas
Lanskap, Jakarta – Kopi di Indonesia tidak berhenti pada secangkir minuman. Di baliknya terdapat petani, roastery, barista, pemilik kedai, komunitas, hingga konsumen yang membentuk ekosistem panjang dari hulu ke hilir.
Gambaran itu terasa pada hari kedua Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (5/9).
Cendrawasih Hall kembali dipenuhi orang-orang yang datang dengan kepentingan berbeda. Ada barista yang membawa racikan terbaiknya, pelaku industri yang melihat peluang bisnis, pemilik kafe yang mencari inspirasi, dan pengunjung yang sekadar ingin menikmati kopi.
Di tengah keragaman tersebut, Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta menjadi salah satu panggung penting.
Sebanyak 15 peserta dari 12 brand kopi mengikuti kompetisi dalam dua babak. Mereka berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari jaringan coffee shop dan roastery hingga kedai independen.
Kompetisi kemudian memperlihatkan bahwa secangkir kopi bukan hanya persoalan rasa. Di tangan seorang barista, kopi menjadi ruang untuk menunjukkan teknik, kreativitas, pengetahuan, sekaligus kemampuan menerjemahkan karakter bahan yang digunakan.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, melihat semangat para barista sebagai salah satu gambaran optimistis masa depan kopi Indonesia.
“Yang paling saya rasakan di hari kedua ini adalah semangat anak-anak muda, para barista dari berbagai daerah, yang datang membawa cerita dan rasa kopi daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Di luar panggung kompetisi, ICX juga menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih cair melalui Unfiltered. Tarra Budiman, Diskopantera, dan Irpan mengajak pengunjung melihat kopi dari sisi yang lebih santai.
Kopi dicicipi, dikomentari, dan dibicarakan tanpa jarak. Ada perbedaan selera, reaksi spontan, juga tawa yang muncul dari pengalaman mencicipi secangkir kopi.
Di titik lain, Brew Talks membawa percakapan pada pengalaman yang lebih mendalam. Dalam sesi Secangkir eXperience, Fajar Endra Nusa dan Famara Wassa Jawla berbicara tentang bagaimana pengalaman menikmati kopi dapat dibangun dari awal hingga akhir.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan industri kopi juga berlangsung pada cara sebuah brand menciptakan pengalaman. Biji kopi, metode seduh, penyajian, ruang, hingga interaksi dengan konsumen menjadi bagian dari cerita yang lebih besar.
Sementara itu, Brew Bars Takeover di Lounge by Santino mempertemukan pengunjung dengan barista-barista ternama. Setiap jam, bar berganti tangan dan menghadirkan gaya seduh serta cerita yang berbeda.
Dari kompetisi hingga ruang edukasi, ICX Jakarta 2026 pada akhirnya memperlihatkan wajah kopi Indonesia yang semakin beragam.
Ada keterampilan yang dipertandingkan, pengetahuan yang dibagikan, bisnis yang dipertemukan, dan komunitas yang terus tumbuh.
Pada hari terakhir, enam finalis IBC Regional 1 Jakarta kembali ke panggung untuk menentukan siapa yang terbaik. Namun, lebih dari sekadar mencari juara, rangkaian ini menjadi gambaran tentang ekosistem kopi yang terus bergerak—dari rasa menuju pengalaman, dari individu menuju komunitas. (Camy)



