Ketika AI Masuk Ruang Pendidikan, Polri Dorong Pelajar Cijeruk Lebih Kritis dan Bertanggung Jawab
2 mins read

Ketika AI Masuk Ruang Pendidikan, Polri Dorong Pelajar Cijeruk Lebih Kritis dan Bertanggung Jawab

0 Kali Dibaca

Lanskap, Bogor โ€“ Teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) perlahan menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Ia hadir dalam ruang belajar, pekerjaan, kreativitas, hingga berbagai aktivitas digital yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar.

Di tengah perubahan tersebut, Mabes Polri melalui Polres Bogor menggelar Program Training of Trainer (ToT) Paham AI bagi pelajar SMA dan SMK di wilayah hukum Polsek Cijeruk, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan berlangsung di tiga sekolah di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor: SMAN 1 Cigombong di Desa Watesjaya, SMA Al Kahfi di Desa Srogol, dan SMK Triwijaya di Desa Ciadeg.

Dimulai pukul 08.00 WIB, kegiatan menjadi ruang pengenalan bagi pelajar untuk memahami perkembangan teknologi yang kini semakin dekat dengan proses pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Kapolsek Cijeruk Kompol Uba Subroto mengatakan edukasi mengenai AI diperlukan agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik sekaligus mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Teknologi, dalam konteks tersebut, tidak hanya dipandang sebagai alat yang menawarkan kemudahan. Cara menggunakannya menjadi bagian penting dari proses literasi.

Kepala SMK Triwijaya Saepudin Suherman juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan etika dalam penggunaan AI. Menurutnya, AI dapat membantu pembelajaran dan kreativitas, tetapi tetap membutuhkan manusia yang mampu menilai, mempertimbangkan, dan bertanggung jawab atas penggunaannya.

Pandangan tersebut menjadi semakin relevan bagi siswa sekolah kejuruan. Dunia kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi, sehingga kemampuan beradaptasi perlu berjalan bersama kemampuan memahami risiko dan konsekuensi penggunaan teknologi.

AI pada akhirnya bukan hanya persoalan seberapa cepat seseorang dapat menggunakannya. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: untuk apa teknologi digunakan, bagaimana informasi di dalamnya dipahami, dan sejauh mana manusia tetap memegang kendali atas keputusan yang dibuat.

Melalui kegiatan ToT Paham AI, sinergi kepolisian dan satuan pendidikan diharapkan dapat memperluas literasi teknologi di kalangan pelajar.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.30 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Dari sekolah, pemahaman tentang AI diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menjadi pengguna. Pelajar didorong tumbuh sebagai generasi yang adaptif terhadap perubahan, namun tetap kritis, kreatif, beretika, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. (Ckr03/red)