Ruang Publik Kabupaten Bogor Dibuka untuk Ekspresi Seni dan Budaya
1 min read

Ruang Publik Kabupaten Bogor Dibuka untuk Ekspresi Seni dan Budaya

9 Kali Dibaca

Lanskap, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai bagian dari ekosistem seni dan kebudayaan daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pembangunan ruang publik tidak semata ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat. Ruang tersebut juga perlu menjadi tempat bertemunya kreativitas, gagasan, dan kebudayaan.

Sejumlah fasilitas yang tersedia kini dapat dimanfaatkan seniman dan budayawan untuk berekspresi dan berkarya. Di antaranya Alun-alun Tegar Beriman Cibinong, Cibinong Setu Plaza, Taman Siliwangi, Gelora Pakansari, Auditorium dan Gedung Tegar Beriman, serta alun-alun di sejumlah kecamatan.

Ajat menyebut sebagian fasilitas tersebut telah masuk dalam rencana pembangunan sebelumnya. Namun, implementasinya mulai terlihat lebih signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Sebagian memang sudah direncanakan lama dan dieksekusi cukup signifikan di kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto,” ujar Ajat.

Pemerintah daerah juga menyediakan ruang ekspresi melalui kegiatan yang melibatkan pelaku seni. Car Free Day yang berlangsung rutin setiap pekan, misalnya, kerap menjadi panggung bagi sanggar seni dan budayawan.

Selain itu, berbagai helaran serta gelar budaya di tingkat kabupaten dan kecamatan turut membuka kesempatan bagi seniman untuk menampilkan karya mereka. Kegiatan perangkat daerah maupun komunitas juga menjadi bagian dari ruang kolaborasi tersebut.

Menurut Ajat, kehadiran ruang ekspresi menjadi salah satu cara agar kebudayaan tetap dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Ruang ekspresi, ruang kreasi dan ruang kolaborasi ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan daerah, khususnya di Kabupaten Bogor,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, ruang publik tidak hanya menjadi tempat masyarakat berkumpul, tetapi juga dapat berfungsi sebagai panggung kebudayaan.

Bagi para seniman dan budayawan, semakin banyak ruang tampil berarti semakin terbuka pula kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada publik. Pada saat yang sama, masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal dan menikmati kekayaan budaya daerah.

Kebudayaan pun tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, melainkan terus bergerak bersama kreativitas generasi yang menjalaninya. (Rnie)