Dari Anak untuk Anak, CIA Fest 2026 Bawa Pesan Kepedulian ke Sumatra
4 mins read

Dari Anak untuk Anak, CIA Fest 2026 Bawa Pesan Kepedulian ke Sumatra

6 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Sebuah kartu pos mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seorang anak yang menerimanya dalam kondisi sedang menghadapi dampak bencana, pesan di dalamnya bisa menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Semangat itulah yang coba dibangun dalam Kumpul Piknik Media Menuju CIA Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Anak-anak datang bersama keluarga. Mereka bermain, menikmati camilan, dan mengikuti kegiatan menulis kartu pos yang ditujukan kepada teman-teman sebaya di Sumatra.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju CIA Fest 2026 yang akan berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Mengangkat tema “Sumatra: Dari Anak untuk Anak”, CIA Fest tahun ini ingin mempertemukan semangat literasi dengan kepedulian sosial. Anak-anak diajak mengenal kondisi teman sebaya mereka yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Ketika Literasi Menjadi Ruang untuk Peduli

Di tengah kehidupan anak yang semakin akrab dengan perangkat digital, Majalah CIA dan Majalah SIO berupaya mempertahankan ruang bagi buku cetak.

Stefanie dari Majalah CIA dan SIO mengatakan, kehadiran media cetak bukan bentuk penolakan terhadap digitalisasi.

Sebaliknya, anak-anak perlu memiliki pilihan dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan melalui media yang sesuai dengan usia mereka.

“Anak-anak seharusnya tetap memiliki akses untuk membaca buku cetak, bukan hanya melalui media digital. Kami bukan menolak digitalisasi, tetapi ingin memberikan pilihan media baca bagi anak-anak di dunia yang semakin digital,” ujar Stefanie.

Majalah CIA telah lebih dari 16 tahun hadir dengan format cetak. Sementara Majalah SIO menjadi pendamping bagi anak sekolah dasar, terutama kelas 3 hingga kelas 6.

Keduanya menempatkan membaca bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan bagian dari hak anak untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang aman serta sesuai dengan tahap perkembangannya.

Agar Membaca Tidak Menjadi Kewajiban

Gagasan tersebut kemudian diperkuat melalui Gerakan Hak Baca Anak, yang telah berlangsung selama tiga tahun.

Bagi Stefanie, menyediakan buku saja tidak cukup. Anak perlu menemukan bacaan yang dekat dengan ketertarikan mereka agar membaca tidak terasa seperti kewajiban.

“Selain menyediakan bahan bacaan, kita juga harus memperhatikan apa yang disukai anak-anak, sehingga kegiatan membaca dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi mereka,” katanya.

Karena itu, pendekatan CIA Fest tidak dibuat terlalu formal. Permainan dan kegiatan kreatif menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pesan yang lebih besar.

Nabila dan Surat untuk Teman di Sumatra

Di antara aktivitas tersebut, menulis surat menjadi salah satu kegiatan yang memperlihatkan sisi lain dari literasi.

Nabila, salah satu peserta yang datang bersama keluarganya, tampak antusias ketika menulis surat untuk teman-teman seusianya di Sumatra.

Pesan yang ditulis Nabila sederhana, tetapi penuh doa. Ia berharap teman-teman yang terdampak bencana beberapa bulan lalu selalu diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani kehidupan.

Nabila juga menyampaikan harapan agar mereka tetap semangat belajar, selalu sehat dan sukses.

Bagi Nabila, mungkin surat itu hanya beberapa baris tulisan. Namun aktivitas tersebut menjadi pengalaman untuk belajar melihat keadaan dari sudut pandang orang lain.

Di situlah literasi mendapat makna yang lebih luas. Anak bukan hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar memahami perasaan serta kondisi orang lain.

Menjaga Hak Anak untuk Tetap Membaca

CIA Fest 2026 juga membawa misi untuk menjaga akses bacaan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Dana yang dikumpulkan dalam rangkaian kegiatan akan disalurkan dalam bentuk Majalah CIA dan Majalah SIO kepada anak-anak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Upaya tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar.

Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk kembali belajar, membaca, bermain dan mendapatkan pengetahuan.

Kumpul Piknik Media kemudian ditutup dengan foto bersama maskot Majalah SIO dan keluarga peserta.

Tidak ada pesan yang terlalu rumit dari kegiatan tersebut. Anak-anak hanya diajak bermain, membaca, menulis dan berbagi.

Namun dari aktivitas sederhana itu, muncul pelajaran penting: kepedulian bisa tumbuh ketika anak diberi ruang untuk mengenal dunia di luar dirinya.

Dan melalui CIA Fest 2026, ruang itu dibangun dengan semangat dari anak untuk anak. (Hnd)