Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Andalan Jelang Libur Akhir Tahun
3 mins read

Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Andalan Jelang Libur Akhir Tahun

0 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Taiwan memperkuat penetrasi pasar pariwisata Indonesia menjelang periode libur akhir tahun dan Tahun Baru. Selain menawarkan kekayaan alam, budaya dan kuliner, Taiwan kini semakin serius mengembangkan destinasi serta fasilitas yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim.

Langkah tersebut tidak lepas dari besarnya potensi pasar Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan.

Potensi itu mendorong Taiwan untuk memperkuat promosi sekaligus membangun interaksi langsung dengan calon wisatawan Indonesia melalui Taiwan Travel Fair.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia Frank Lu mengatakan, pameran pariwisata tersebut memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar menjual paket perjalanan.

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank.

Dorong Pariwisata Ramah Muslim

Salah satu strategi yang mendapat perhatian adalah pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Taiwan terus memperluas ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat hingga fasilitas wudu. Penguatan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi wisatawan Muslim.

Strategi itu juga sejalan dengan posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan berada di peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-OIC, sejajar dengan Inggris.

Frank menilai posisi tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pasar wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia.

“Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” ujarnya.

Tidak Hanya Taipei

Taiwan juga berupaya mengubah pola kunjungan wisatawan Indonesia yang selama ini cenderung berpusat pada destinasi populer.

Sejumlah destinasi seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam dan berbagai kawasan dengan pengalaman budaya lokal terus diperkenalkan.

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta Abe Chou mengatakan, pendekatan promosi juga mulai disesuaikan dengan perubahan gaya hidup wisatawan.

Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, misalnya, dikemas dengan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan panggung dan demonstrasi budaya, berfoto di area bertema Taiwan, mengikuti kegiatan DIY, kuis wisata hingga undian berhadiah.

Pelaku industri pariwisata juga hadir untuk memberikan informasi perjalanan secara langsung kepada calon wisatawan.

Pilihan perjalanan yang ditawarkan cukup beragam, mulai tiket pesawat dengan harga khusus, paket free and easy, wisata keluarga hingga perjalanan musiman seperti wisata bunga sakura dan festival.

Sejumlah agen perjalanan turut menghadirkan promosi berupa potongan harga, peningkatan kelas hotel dan suvenir.

Pengalaman Wisata Semakin Beragam

Menurut Abe, kuliner masih menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan Indonesia ke Taiwan. Pasar malam, makanan khas Taiwan dan bubble tea menjadi daya tarik yang banyak dicari.

Namun, tren perjalanan mulai bergerak menuju pengalaman yang lebih personal.

Wisatawan Indonesia kini semakin tertarik dengan aktivitas seperti bersepeda, hiking, maraton, wisata pedesaan, perjalanan menggunakan kereta api hingga kunjungan ke tourism factory.

“Selain mengunjungi objek wisata terkenal, semakin banyak wisatawan Indonesia yang mencari pengalaman perjalanan yang lebih mendalam,” kata Abe.

Dengan memperkuat aspek ramah Muslim, pengalaman lokal dan promosi destinasi di luar Taipei, Taiwan berharap mampu meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia. Periode libur akhir tahun dan Tahun Baru menjadi salah satu momentum penting untuk menguji daya tarik strategi tersebut. (Hnd)