Hyundai Perkuat Strategi Multi-Powertrain di GIIAS 2026, Turunkan Harga STARGAZER dan Percepat Transisi Elektrifikasi Indonesia
3 mins read

Hyundai Perkuat Strategi Multi-Powertrain di GIIAS 2026, Turunkan Harga STARGAZER dan Percepat Transisi Elektrifikasi Indonesia

5 Kali Dibaca

Lanskap, Tangerang – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk mempertegas strategi bisnis jangka panjangnya melalui pendekatan multi-powertrain, yakni menghadirkan kendaraan bermesin konvensional (ICE), hybrid, hingga kendaraan listrik murni (EV) secara seimbang. Strategi tersebut dinilai menjadi langkah realistis dalam mengakomodasi kebutuhan pasar Indonesia yang masih berada pada fase transisi menuju elektrifikasi.

Mengusung tema “Deliver Meaningful Innovation, Definitely Can Do”, Hyundai tidak hanya memperkenalkan berbagai model baru, tetapi juga melakukan penyesuaian harga permanen pada lini STARGAZER Cartenz sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan modern dengan teknologi dan fitur keselamatan yang lebih lengkap.

Strategi Multi-Powertrain Menjawab Kebutuhan Pasar

Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, menjelaskan bahwa transformasi industri otomotif tidak dapat dilakukan dengan pendekatan tunggal. Menurutnya, karakteristik konsumen Indonesia yang beragam menuntut produsen menyediakan berbagai pilihan teknologi sesuai kebutuhan mobilitas masing-masing.

Karena itu, Hyundai mempertahankan keseimbangan portofolio produknya melalui kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid, maupun kendaraan listrik penuh agar transisi menuju mobilitas rendah emisi dapat berlangsung secara bertahap tanpa mengurangi pilihan bagi konsumen.

Pendekatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana produsen otomotif mulai mengedepankan fleksibilitas pasar dibandingkan hanya berfokus pada elektrifikasi penuh.

Penyesuaian Harga STARGAZER Perluas Akses Pasar

Salah satu langkah strategis Hyundai di GIIAS 2026 adalah penurunan harga permanen untuk seluruh lini STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X.

Harga terbaru dimulai dari Rp241,4 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu MPV modern dengan fitur keselamatan, kenyamanan, dan teknologi yang lebih kompetitif di kelasnya.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menyebut kebijakan tersebut bukan sekadar promosi pameran, melainkan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan daya saing sekaligus memperluas kepemilikan kendaraan Hyundai di Indonesia.

Selain harga yang lebih kompetitif, Hyundai tetap mempertahankan berbagai fitur unggulan serta dukungan layanan purna jual melalui ekosistem myHyundaiCare, mulai dari perawatan berkala, garansi, roadside assistance, hingga program Resale Value Guarantee.

Elektrifikasi Semakin Lengkap

Selain STARGAZER, Hyundai menghadirkan sejumlah model elektrifikasi yang memperlihatkan arah pengembangan teknologi perusahaan.

IONIQ 9 tampil sebagai SUV listrik premium dengan baterai berkapasitas 110,3 kWh, jarak tempuh hingga 734 kilometer (NEDC), serta teknologi pengisian cepat berbasis arsitektur 800 volt.

Di sisi lain, Hyundai juga memperkenalkan STARIA Electric dan STARIA Hybrid, memberikan alternatif kendaraan premium dengan pilihan sumber tenaga berbeda sesuai kebutuhan konsumen maupun pelaku usaha.

Sementara IONIQ 3 ditampilkan sebagai konsep kendaraan listrik kompak masa depan yang menyasar mobilitas perkotaan.

NEIRA Perkuat Lokalisasi Kendaraan Listrik

Salah satu perhatian utama pada GIIAS 2026 adalah pengenalan NEIRA Prototype, SUV listrik tujuh penumpang yang direncanakan diproduksi secara lokal di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI).

Model tersebut menunjukkan komitmen Hyundai dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional melalui peningkatan kandungan lokal sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik yang sesuai dengan karakteristik keluarga Indonesia.

Langkah ini juga mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional yang tengah didorong pemerintah melalui investasi manufaktur, pengembangan rantai pasok, serta percepatan adopsi kendaraan berbasis energi bersih.

Industri Memasuki Fase Transisi

Kehadiran Hyundai di GIIAS 2026 memperlihatkan bahwa transformasi otomotif Indonesia kini memasuki fase transisi yang semakin matang. Persaingan tidak lagi hanya berfokus pada peluncuran kendaraan listrik, tetapi juga pada kemampuan produsen menghadirkan kombinasi produk, layanan purna jual, harga yang kompetitif, serta ekosistem kepemilikan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen secara menyeluruh.

Melalui strategi multi-powertrain, investasi produksi lokal, serta inovasi layanan digital, Hyundai mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama yang berupaya mendorong percepatan transformasi industri otomotif nasional menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan. (Cmy)