Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu ILP untuk Perkuat Layanan Kesehatan Primer
1 min read

Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu ILP untuk Perkuat Layanan Kesehatan Primer

5 Kali Dibaca

Lanskap, Jakarta – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Jakarta II melalui program Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bekerja sama dengan Puskesmas Gandaria Utara 2.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor RW 10, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi kepada seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Pelatihan diikuti kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gandaria Utara 2 sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi layanan kesehatan primer yang menempatkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua Pengusul kegiatan, Prof. Dr. Iskari Ngadiarti, M.Sc, menjelaskan bahwa perubahan paradigma Posyandu menuntut peningkatan kapasitas kader agar mampu menjalankan pelayanan kesehatan yang lebih luas.

“Posyandu kini tidak lagi hanya melayani ibu hamil, bayi, dan balita. Melalui Integrasi Layanan Primer, Posyandu harus mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh kelompok usia. Karena itu, peningkatan kompetensi kader menjadi sangat penting agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut didukung oleh Siti Chodijah dan Muntikah yang mendampingi pelaksanaan pelatihan di lapangan.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai penerapan lima langkah Posyandu ILP, mulai dari pendaftaran, wawancara awal, pengukuran antropometri, pencatatan data kesehatan, pelayanan dasar, hingga penyuluhan, konseling, dan mekanisme rujukan.

Para kader juga dibekali keterampilan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, panjang badan, lingkar lengan atas (LiLA), lingkar kepala, lingkar perut, serta tekanan darah. Selain itu, mereka mempelajari teknik skrining kesehatan dasar seperti pemeriksaan gula darah, asam urat, deteksi dini tuberkulosis (TBC), kesehatan jiwa, hingga gangguan indra.

Materi pelatihan turut mencakup edukasi mengenai gizi seimbang, penanganan masalah gizi pada setiap siklus kehidupan, serta keterampilan komunikasi dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut Prof. Iskari, peningkatan kapasitas kader diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan Posyandu sekaligus mempercepat deteksi dini berbagai masalah kesehatan masyarakat. (Hnd)