
Festival Kopyor 2026, Saat Riset, Alam, dan Gastronomi Bertemu di Kota Bogor
Lanskap, Bogor – Di balik rindangnya pohon-pohon kelapa di kawasan Bogor Barat, tersimpan sebuah potensi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ilmu pengetahuan dan pariwisata. Melalui Festival Kopyor 2026, Pemerintah Kota Bogor bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) ingin memperlihatkan bahwa kelapa kopyor dapat menjadi bagian dari masa depan kota yang berbasis riset dan inovasi.
Festival yang berlangsung pada 11–12 Juli 2026 ini menjadi momentum memperkenalkan Kebun Kopyor sebagai kawasan agronomi sekaligus destinasi edukasi yang terbuka bagi masyarakat.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut keberadaan kebun tersebut merupakan aset yang sangat langka dan memiliki peluang besar untuk mendukung visi Kota Bogor sebagai kota riset, sains, kreatif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Kebun Kopyor dapat menjadi laboratorium alam bagi perguruan tinggi, peneliti, hingga pelaku industri pangan untuk mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal.
Tak hanya itu, kawasan ini juga diproyeksikan mendukung langkah Kota Bogor menuju City of Gastronomy, dengan kelapa kopyor sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki identitas khas.
Wakil Kepala PPKS, Riza Arief Putranto, menjelaskan bahwa Kebun Kopyor yang dibuka untuk masyarakat merupakan kawasan pertama di dunia yang mengintegrasikan fungsi agronomi dengan pariwisata.
Ia berharap keberadaan kebun tersebut mampu menciptakan ekosistem yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, akademisi, hingga wisatawan dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi kelapa kopyor Indonesia.
Festival Kopyor bukan sekadar perayaan hasil pertanian, melainkan ruang kolaborasi antara penelitian, konservasi, pemberdayaan ekonomi, dan wisata edukatif yang diharapkan terus berkembang dari tahun ke tahun. (Rnie)



