
Saputra Kori Ungkap Pengalaman Ekstrem Syuting Film 402 Rumah Sakit Angker Korea
Lanskap, Jakarta – Film horor legendaris Korea Gonjiam: Haunted Asylum kini hadir dalam versi remake resmi Indonesia berjudul 402 Rumah Sakit Angker Korea (402 RSAK). Diproduksi MD Pictures bersama Umbara Brothers Films dan disutradarai Anggy Umbara, film ini siap membawa penonton merasakan pengalaman horor yang lebih nyata mulai 9 Juli 2026 di bioskop.
Mengusung konsep point of view (POV) layaknya konten eksplorasi horor, film ini mengikuti perjalanan sekelompok kreator konten yang nekat melakukan penelusuran ke rumah sakit paling angker di Korea Selatan demi mengejar popularitas.
Salah satu wajah yang paling mencuri perhatian adalah Saputra Kori, kreator konten dengan lebih dari 20 juta pengikut di TikTok, yang untuk pertama kalinya menunjukkan totalitas aktingnya di layar lebar.
Meski memerankan karakter kreator konten, Kori mengaku proses syuting film ini jauh lebih ekstrem dibanding membuat konten digital sehari-hari.
Berikut tiga fakta menarik di balik perannya dalam 402 Rumah Sakit Angker Korea.
1. Memerankan Karakter yang Berbeda 180 Derajat
Selama ini Saputra Kori dikenal lewat konten-konten yang santai, ramah, dan penuh humor. Namun di film ini, ia justru memerankan karakter Adit, seorang kameramen yang usil, tengil, dan kerap menjadi pemicu konflik dalam kelompok.
Menurut Kori, memerankan karakter yang sangat bertolak belakang dengan kepribadiannya menjadi tantangan tersendiri.
“Justru ini jadi tantangan buatku, karena di sini aku harus memerankan bentuk konten kreator yang 180 derajat dengan aku. Jujur di film ini kalian akan melihat sisi Saputra Kori yang beda banget,” ungkapnya.
2. Bawa Kamera Seberat 5 Kilogram Selama Syuting
Tak hanya berakting, seluruh pemain juga dituntut menjadi kameramen agar nuansa POV dalam film terasa lebih realistis.
Saputra Kori mengungkapkan setiap pemain harus membawa rig kamera berbobot sekitar lima kilogram selama proses pengambilan gambar berlangsung.
“Di sini aku enggak cuma jadi aktor, tapi jadi cameraman juga. Setiap pemain diberikan rig kamera yang beratnya sekitar 5 kilogram dan kami harus pakai itu sepanjang syuting. Ini pengalaman syuting paling unik yang pernah kualami,” katanya.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan sensasi seolah penonton ikut berada langsung dalam penelusuran rumah sakit angker tersebut.
3. Benar-benar Ditinggal Sendirian di Lokasi Syuting
Tantangan paling ekstrem datang dari konsep produksi yang dibuat berbeda dari film horor pada umumnya.
Untuk mendapatkan ekspresi takut yang alami, para pemain benar-benar dibiarkan melakukan adegan penelusuran tanpa didampingi kru produksi di dalam lokasi syuting.
Sementara sutradara dan tim produksi memantau dari luar bangunan.
“Karena konsepnya penelusuran, kami para cast memang ditinggal sendirian di lokasi syuting. Mas Anggy dan tim lainnya ada di tenda yang lokasinya di luar rumah sakit, dan kami berenam harus melakukan penelusuran ini sendirian,” ujar Kori.
Atmosfer rumah sakit terbengkalai yang digunakan sebagai lokasi syuting pun disebut sangat menyeramkan sehingga mampu menghadirkan reaksi ketakutan yang benar-benar natural.
Siap Tayang 9 Juli 2026
Dengan konsep found footage yang lebih realistis serta proses produksi yang ekstrem, 402 Rumah Sakit Angker Korea digadang-gadang menghadirkan pengalaman horor berbeda bagi pecinta film Indonesia.
Film ini akan mengajak penonton menyaksikan bagaimana ambisi mengejar konten viral berubah menjadi teror supranatural yang mengancam nyawa.
Jangan lewatkan 402 Rumah Sakit Angker Korea yang mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 9 Juli 2026. (Asm)



