UIA dan Ilalang School Dorong Literasi Digital Berbasis Nilai Islam untuk Bentengi Generasi Muda
2 mins read

UIA dan Ilalang School Dorong Literasi Digital Berbasis Nilai Islam untuk Bentengi Generasi Muda

Lanskap, Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, belajar, dan memperoleh informasi. Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan baru berupa maraknya hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber, hingga konten negatif yang berpotensi memengaruhi karakter generasi muda.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) bekerja sama dengan Ilalang School Tarumajaya menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Literasi dan Kesalehan Digital pada Pembentukan Karakter Islam Mahmudah (Karisma)”.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia. Di era digital, teknologi tidak hanya dipandang sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami konsep Karisma atau Karakter Islam Mahmudah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karakter tersebut mencakup kesalehan pribadi, kesalehan sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, rasa syukur, rendah hati, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi utama yang harus dimiliki generasi muda.

Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Islam As-Syafi’iyah menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.

“Generasi masa depan harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijak,” ungkap perwakilan tim pengabdian.

Selain pendidikan karakter, konsep kesalehan digital juga menjadi fokus utama pembahasan. Kesalehan digital dimaknai sebagai kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, santun, dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

Peserta diberikan pemahaman bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat atau aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, serta menjaga etika dalam berinteraksi di ruang digital.

Melalui pendekatan ini, generasi muda diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan, menghindari penyebaran hoaks, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar, berkarya, dan berdakwah.

Dalam sesi materi, peserta juga diajak memahami pandangan para pemikir Islam mengenai hakikat manusia. Pemikiran Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, hingga Ibnu Khaldun dijadikan landasan untuk memperkuat kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah yang menjaga keseimbangan kehidupan dan membangun peradaban yang beradab.

Pembina Ilalang School, Irna Nurkomarsih, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pendidikan masa kini harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijaksana.

“Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang mampu membentuk kecerdasan intelektual sekaligus karakter yang baik. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membekali anak-anak menghadapi dunia digital secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Islam As-Syafi’iyah dan Ilalang School berharap lahir generasi muda yang memiliki literasi digital yang kuat, kesalehan yang terjaga, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kemajuan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi masyarakat luas. (Hnd)