Seminar FUTION 2026 IPB Dorong Mahasiswa Kuasai Komunikasi dan Leadership

Seminar FUTION 2026 IPB Dorong Mahasiswa Kuasai Komunikasi dan Leadership

Lanskap, Bogor – Forest Management Student Club (FMSC) dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menggelar seminar dan lokakarya bertajuk “Speak First, Lead Next” sebagai bagian dari rangkaian program FUTION (Future Preparation) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Sylva Pertamina, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Dramaga, Bogor ini diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan dan berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Melalui seminar dan lokakarya tersebut, FMSC IPB ingin membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga kesiapan menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif.

Tiga fokus utama dalam kegiatan ini meliputi peningkatan kemampuan komunikasi persuasif untuk advokasi lingkungan dan presentasi profesional, penguatan public speaking dan penyampaian ide secara sistematis, serta pengembangan keterampilan leadership melalui pengambilan keputusan, kerja sama tim, dan manajemen konflik.

Kegiatan menghadirkan Devy Yheanne sebagai narasumber utama. Ia dikenal sebagai konsultan independen di bidang Communications & Public Affairs dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai sektor industri, mulai dari media, FMCG, kesehatan, lembaga keuangan, hingga konsultan bisnis.

Dalam sesi lokakarya, Devy Yheanne membagikan pengalaman profesional sekaligus memberikan panduan kepada mahasiswa agar lebih percaya diri dalam berbicara, memimpin, dan menyampaikan gagasan secara efektif.

“Saya merasa gembira dapat berbagi pengalaman profesional kepada mahasiswa peserta FUTION 2026, khususnya terkait keterampilan komunikasi persuasif, pengambilan keputusan, serta strategi komunikasi dalam advokasi lingkungan,” ujarnya.

FUTION 2026 sendiri mengusung tema besar “From Campus to Career: Empowering Future Professionals” dan diselenggarakan sejak 3 hingga 17 Mei 2026 dengan melibatkan lebih dari seratus peserta secara keseluruhan.

Program ini dirancang sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada kesiapan karier mahasiswa sejak masa kuliah hingga pasca-kelulusan.

Ketua FMSC Periode 2025/2026, Gabriel Febri Isdhiyanto, mengatakan bahwa FUTION bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa, tetapi bentuk komitmen mahasiswa dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“FUTION 2026 bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi langkah nyata kami dalam menyiapkan mahasiswa dari ruang kelas menuju dunia profesional,” katanya.

Menurutnya, setiap proses belajar, kolaborasi, dan pengembangan diri dalam program tersebut menjadi investasi penting untuk membentuk mahasiswa yang lebih siap dan kompetitif.

Melalui pendekatan pelatihan berkelanjutan, FUTION 2026 menghadirkan sejumlah tahapan mulai dari pra-pelatihan, pelatihan inti, hingga pasca-pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan soft skills mahasiswa secara terukur.

Program ini juga menghasilkan berbagai output seperti modul pelatihan, evaluasi pre-test dan post-test keterampilan peserta, mentoring kelompok kecil, hingga penyusunan Career Development Plan bagi masing-masing peserta.

FMSC berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, problem solving, serta critical thinking mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia profesional. (Nda)