Beranda » Pemerintah Jaga Kerukunan Umat Beragama lewat Toleransi dan Dialog

Pemerintah Jaga Kerukunan Umat Beragama lewat Toleransi dan Dialog

Dorong Toleransi dan Dialog, Pemerintah Jaga Kerukunan Umat Beragama

Lanskap, Jakarta – Menjaga kerukunan umat beragama masih menjadi pekerjaan penting pemerintah di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Melalui berbagai program pembinaan dan dialog lintas iman, upaya membangun rasa saling menghormati terus dilakukan agar kehidupan bermasyarakat tetap rukun dan harmonis.

Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan, Hery Susanto, M.AP, mengatakan bahwa kerukunan tidak bisa tercipta begitu saja. Menurutnya, nilai tersebut perlu dirawat dan dibangun bersama dalam keseharian.

“Kerukunan umat beragama tidak lahir secara instan. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, edukasi moderasi beragama, serta keterlibatan semua pihak,” ujar Hery di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia menilai keberagaman agama yang ada di Indonesia justru menjadi kekuatan bangsa jika dikelola dengan baik. Peran tokoh agama, lembaga keagamaan, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi konflik sejak dini, salah satunya melalui dialog dan musyawarah.

Hery juga menyoroti peran forum kerukunan umat beragama yang dinilai efektif sebagai ruang komunikasi antarwarga. Forum ini diharapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menjadi jembatan penyelesaian berbagai persoalan sosial sebelum berkembang menjadi konflik.

Tak hanya itu, generasi muda juga disebut memiliki peran besar dalam menjaga nilai toleransi. Menurut Hery, pemahaman sejak dini tentang pentingnya menghargai perbedaan akan menjadi bekal utama dalam menciptakan masa depan bangsa yang damai.

“Anak-anak muda perlu kita libatkan agar semangat toleransi dan moderasi beragama terus tumbuh dan mengakar,” katanya.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Hery optimistis kerukunan umat beragama akan terus terjaga dan menjadi fondasi kuat dalam mempererat persatuan serta mendorong kemajuan daerah.