
Dianggap Main-Main, Perjalanan ONIC Kairi Jadi Film “Nobody Loves Kay” yang Bikin Nyesek
Lanskap, Jakarta – Dunia esports Indonesia kembali jadi inspirasi karya layar lebar. Organisasi ONIC bersama Migunani Cinema Cult, Folago Pictures, Qun Films, dan Visinema Pictures resmi merilis teaser trailer film Nobody Loves Kay, yang terinspirasi dari perjalanan atlet Mobile Legends legendaris, Kairi.
Film ini tidak hanya mengangkat kompetisi esports, tetapi juga menghadirkan sisi emosional dari perjalanan seorang gamer yang kerap dipandang sebelah mata.
Bukan Sekadar Game, Tapi Tentang Perjuangan Hidup
Nobody Loves Kay membawa pertanyaan yang relatable bagi banyak anak muda: bagaimana rasanya saat mimpi yang diperjuangkan justru dianggap tidak serius?
Melalui karakter Kay yang diperankan oleh Bima Azriel, penonton diajak melihat konflik batin seorang pemain yang memilih jalan berbeda dari ekspektasi lingkungan. Kay bercita-cita menjadi jungler profesional di Mobile Legends: Bang Bang, namun harus menghadapi tekanan keluarga dan realitas sosial.
Dilema semakin kompleks saat ia dihadapkan pada pilihan sulit antara mengejar mimpi atau menjaga hubungan dengan orang-orang terdekat, termasuk sahabatnya Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico).
Esports Jadi Medium Cerita yang Lebih Luas
Lewat film ini, ONIC ingin menunjukkan bahwa esports bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang tumbuh bagi generasi muda.
Sebagai ekosistem, ONIC mendorong pemain untuk berkembang tidak hanya secara skill, tetapi juga secara personal. Film ini menjadi langkah baru dalam membawa cerita esports ke ranah hiburan yang lebih luas.
Debut Layar Lebar Bernardus Raka
Film ini juga menjadi debut film panjang bagi sutradara Bernardus Raka, yang sebelumnya dikenal lewat karya video musik untuk musisi seperti Hindia dan Sal Priadi.
Bernardus menegaskan bahwa film ini tidak hanya berfokus pada dunia game, tetapi juga menyentuh tema universal seperti persahabatan, keluarga, cinta, dan pengorbanan.
“Nobody Loves Kay bukan sekadar cerita tentang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana seseorang berjuang untuk dipercaya atas pilihannya,” ujarnya. (Asm)



