Lanskap, Bogor – Suasana Ramadan 2026 di Kota Bogor terasa berbeda. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memilih cara unik saat melakukan kunjungan kerja pada Jumat (27/2/2026). Ia datang ke Balai Kota Bogor dengan mengendarai motor Vespa bersama rombongan.
Kedatangan AHY disambut langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, beserta jajaran Pemerintah Kota Bogor.
Serahkan Bantuan untuk DKM se-Kota Bogor
Agenda dimulai di Masjid Jami At-Taqwa, Kompleks Balai Kota Bogor. Dalam kesempatan tersebut, AHY menyerahkan bantuan berupa bingkisan kepada para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari enam kecamatan di Kota Bogor.
“Kami hadir untuk turut peduli dan berbagi. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AHY kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial di bulan Ramadan bukan hanya soal berbagi, tetapi juga diharapkan berdampak pada penguatan daya beli masyarakat serta membantu perputaran ekonomi, termasuk bagi pelaku UMKM menjelang Idul Fitri.

Ngabuburit Sehat, Main Basket di Lapangan Sempur
Usai agenda resmi, AHY melanjutkan kegiatan ngabuburit ke Lapangan Sempur. Ia menyapa warga, berdialog dengan generasi muda, hingga ikut bermain basket.
“Hari ini saya juga ingin ngabuburit sambil menyapa warga tentunya, dan berolahraga,” tuturnya.
Kehadiran AHY yang membaur bersama warga menarik perhatian masyarakat sekitar. Banyak yang menyempatkan diri untuk berswafoto dan berbincang langsung.
Soroti Tantangan Infrastruktur Kota Bogor
Di sela kunjungannya, AHY menyoroti tantangan pembangunan di Kota Bogor yang terus berkembang sebagai kota penyangga Ibu Kota sekaligus destinasi wisata favorit.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang pesat menuntut penguatan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, penataan kota, hingga fasilitas publik.
“Kita ingin memastikan pembangunan berjalan dengan baik, termasuk penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dapat terpenuhi,” jelasnya.
AHY juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tinjau Command Center dan Pengelolaan Lalu Lintas
Dalam rangkaian kunjungannya, AHY bersama Wali Kota Bogor turut meninjau Command Center Kota Bogor yang berfungsi memantau lalu lintas dan pelayanan publik.
Menurut AHY, pengelolaan lalu lintas menjadi kunci penting bagi kota wisata seperti Bogor, terutama menjelang lonjakan kunjungan saat Lebaran.
“Impresi pertama dan terakhir dari sebuah kota biasanya dari lalu lintasnya. Kalau nyaman, orang akan senang datang dan beraktivitas di kota tersebut,” ujarnya.
Tutup dengan Buka Puasa Bersama
Kunjungan ditutup dengan agenda buka puasa bersama jajaran Pemkot Bogor dan tokoh masyarakat. AHY menyampaikan apresiasinya terhadap Kota Bogor yang dikenal indah dan asri.
“Sore hari ini saya bisa datang ke Kota Bogor yang indah, yang asri, yang tentunya kita harapkan terus maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Staf Khusus Menko Infrastruktur, Agust Jovan Latuconsina, menjelaskan bahwa pendekatan santai dipilih agar lebih dekat dengan keseharian generasi muda.
“Gen Z dan Milenial itu anak muda. Kalau diajak rapat resmi di kantor, pendekatannya berbeda. Kita jemput bola, datang ke ruang-ruang yang mereka sukai,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya partisipasi politik generasi muda. Menurutnya, Gen Z dan Milenial merupakan kelompok pemilih terbesar dalam beberapa tahun ke depan.
“Gen Z dan Milenial tidak boleh buta politik. Gabungan keduanya saat ini lebih dari 50 persen. Mereka adalah penerus bangsa dan harus melek terhadap isu-isu kebangsaan,” tegasnya.
Kunjungan kerja AHY di Kota Bogor ditutup dengan buka puasa bersama jajaran Pemkot dan tokoh masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi terhadap Kota Bogor yang dikenal indah dan asri, sekaligus menegaskan komitmen penguatan infrastruktur dan konektivitas sebagai fondasi kemajuan kota.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi Ramadan, tetapi juga momentum mempererat sinergi pusat dan daerah, sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pembangunan nasional. (Asm)




