Lanskap, Bogor – Pagi itu, Kompleks Edukasi Putra Bangsa di Kampung Pasirangin terasa berbeda. Tawa anak-anak menggema, wajah-wajah kecil penuh semangat berkumpul menyambut Ramadhan Ceria ke-3 yang digelar oleh Yayasan Daya Putra Bangsa.
Di Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Ramadan tak hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bagi anak-anak di sini, Ramadan adalah tentang belajar, bermain, berbagi, dan tumbuh bersama.
Mengangkat tema “Membangun Jiwa Anak Sholeh yang Mencintai Islam dengan Kegembiraan”, program ini menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mencintai Islam dengan cara yang hangat dan membahagiakan.
Ada tadarus Al-Qur’an, lomba seni Islami, workshop mendongeng dan kaligrafi, hingga diskusi Sawala Dasa Wacana #9 Edisi Ramadan. Di sela kegiatan, terselip nilai kepedulian lewat santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Ketua Panitia, Isti Wuryanti, percaya bahwa kebahagiaan adalah pintu masuk terbaik untuk menanamkan nilai ibadah.
“Kami ingin Ramadan terasa indah bagi mereka. Dari sini, akhlak dan semangat belajar tumbuh,” tuturnya.
Bagi Ketua Yayasan, Willy Kamawijaya, Ramadhan Ceria adalah ikhtiar menjaga cahaya masa depan.
“Kami ingin Ramadan yang mencerahkan dan menggembirakan. Anak-anak ini adalah harapan bangsa,” katanya.
Sementara Heri Cokro, Pembina Yayasan, menegaskan bahwa pendidikan tak boleh setengah-setengah. Literasi diperkuat, olahraga dibina, keterampilan diasah, nilai agama ditanamkan.
Di Kampung Pasirangin, Ramadan bukan hanya ritual. Ia menjadi ruang tumbuh. (Asm)




