Lanskap, Jakarta – Manchester City hampir membawa pulang tiga poin penting dari London Utara. Namun keunggulan dua gol yang sempat mereka pegang akhirnya sirna. Bertandang ke markas Tottenham Hotspur, City harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 2-2, hasil yang terasa mengecewakan dalam ketatnya persaingan papan atas Premier League.
Sejak awal pertandingan, City tampil dengan gaya khas mereka. Penguasaan bola terjaga, aliran umpan cepat, serta tekanan berkelanjutan membuat Tottenham lebih banyak bertahan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-11 ketika rangkaian operan dari lini tengah diselesaikan dengan dingin oleh Rayan Cherki. City unggul 1-0 dan tampak menguasai jalannya laga.
Tottenham berusaha merespons melalui serangan balik, namun City tetap tampil tenang. Tekanan terus dilancarkan hingga menjelang akhir babak pertama. Kesalahan koordinasi di lini belakang tuan rumah berhasil dimanfaatkan, dan City menggandakan keunggulan tepat sebelum turun minum. Skor 2-0 membuat tim tamu terlihat berada di atas angin.
Situasi berubah selepas jeda.
Tottenham meningkatkan intensitas permainan di babak kedua, tampil lebih agresif dengan tekanan tinggi. City masih mendominasi penguasaan bola, tetapi tempo permainan tak lagi mengalir mulus. Ritme mulai terputus oleh duel fisik dan pelanggaran-pelanggaran di lini tengah.
Kebangkitan Tottenham dimulai pada menit ke-53. Dominic Solanke mencetak gol lewat penyelesaian di dalam kotak penalti untuk memperkecil ketertinggalan. Gol tersebut menghidupkan atmosfer stadion sekaligus memindahkan tekanan ke kubu City.
Meski masih unggul dalam penguasaan bola, City terlihat kehilangan ketenangan. Pengambilan keputusan di area sepertiga akhir kerap terlambat, sementara kepercayaan diri Tottenham terus meningkat. Tekanan tersebut berbuah gol penyama kedudukan pada menit ke-70. Umpan silang Conor Gallagher disambut sentuhan backheel cerdas Solanke yang mengubah skor menjadi 2-2.
Sisa laga berlangsung dengan tensi tinggi. City mencoba kembali mengambil kendali dan mencari gol penentu, sedangkan Tottenham bertahan dengan disiplin. Drama sempat terjadi di masa injury time ketika VAR meninjau potensi penalti untuk City, namun keputusan akhir wasit tidak mengubah skor.
Laga pun berakhir imbang.
Tambahan satu poin membuat Manchester City kini mengoleksi 47 poin dari 24 pertandingan. Mereka masih tertinggal enam angka dari Arsenal di puncak klasemen dengan 53 poin. Dalam persaingan gelar yang ketat, selisih tersebut menjadi jarak yang tidak kecil.
Pertandingan ini kembali menegaskan masalah City musim ini: dominan dan mampu unggul lebih dulu, tetapi belum selalu berhasil mengamankan kemenangan. Di sisi lain, Tottenham menunjukkan karakter sebagai lawan tangguh, terutama saat mampu memanfaatkan momentum di fase krusial.
City memang tidak pulang dengan kekalahan. Namun setelah sempat memimpin dua gol, hasil imbang ini terasa seperti peluang emas yang terbuang—dan dalam perburuan gelar, detail kecil seperti ini bisa sangat menentukan. (Haq)



