Beranda » Gembira Parenting Luncurkan Tunas Community Hub untuk Lindungi Anak di Dunia Digital

Gembira Parenting Luncurkan Tunas Community Hub untuk Lindungi Anak di Dunia Digital

Gembira Parenting Luncurkan Tunas Community Hub untuk Perkuat Pendampingan Anak di Dunia Digital

Lanskap, Jakarta  – Di tengah laju perkembangan teknologi digital yang kian cepat, peran orang tua dalam mendampingi anak menjadi semakin krusial. Kondisi ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pengguna internet di Indonesia, atau setara 110 juta orang, merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

Menjawab tantangan tersebut, Gembira Parenting secara resmi meluncurkan Tunas Community Hub melalui acara bertajuk Road to Tunas Community Hub yang digelar pada Kamis (29/1) di Sekolah Tanah Tingal, Tangerang Selatan.

Tunas Community Hub hadir sebagai wadah berbasis komunitas yang merupakan perpanjangan dari inisiatif PP Tunas (Tunggu Anak Siap). Gerakan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapan usia dan mental anak sebelum berinteraksi secara penuh dengan dunia digital. Melalui inisiatif ini, Gembira Parenting ingin menghadirkan ruang aman bagi orang tua untuk berbagi, belajar, dan memperoleh panduan konkret dalam mendampingi anak di ruang digital.

Sebagai bentuk kolaborasi lintas ekosistem, hingga saat ini tercatat 43 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia serta 42 sekolah di wilayah Jabodetabek telah bergabung dalam Tunas Community Hub. Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Surat Pernyataan Dukungan sebagai wujud partisipasi aktif dalam upaya perlindungan anak di dunia digital.

Dalam forum tersebut, hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Digital, Bonifasius Wahyu Pujianto, Ph.D., Kepala BPSDM Komdigi, yang menyoroti tantangan serius keamanan digital bagi anak. Ia menegaskan bahwa ruang digital tidak sepenuhnya aman dan bersih, karena berbagai risiko seperti penipuan hingga kejahatan seksual berbasis online masih marak terjadi.

“Ranah digital tidak seperti kertas putih. Kejahatan di ruang digital nyata dan berdampak pada psikologis anak. Child grooming bahkan sulit dihentikan karena sifatnya yang personal,” ujarnya.

Founder Gembira Parenting, Reza Imran Yanuar, menambahkan bahwa pembentukan Tunas Community Hub dilandasi kesadaran bahwa orang tua adalah garda terdepan perlindungan anak, namun tidak seharusnya berjalan sendiri. Saat ini, Gembira Parenting telah membersamai lebih dari 2.500 anggota.

“Kami melihat banyak orang tua masih bingung harus berperan seperti apa. Karena itu, Tunas Community Hub kami hadirkan sebagai komunitas yang saling membersamai, agar tidak ada orang tua yang merasa berjuang sendirian menjaga anak di dunia digital,” jelas Reza.

Sementara itu, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Anggota DPR RI, mengingatkan pentingnya perubahan pola asuh. Ia menyoroti kecenderungan orang tua yang terlalu melindungi anak tanpa membekali kesiapan menghadapi tantangan.

“Anak bukan sosok yang harus dijauhkan dari masalah selamanya. Mereka calon pemimpin masa depan. Orang tua dan guru perlu hadir dengan empati serta memahami dunia digital yang juga menjadi bagian dari kehidupan anak,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komdigi RI, serta Husnul Khotimah, Praktisi Pendidikan, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak.

Melalui Tunas Community Hub, Gembira Parenting berharap dapat membangun ekosistem yang hangat dan kolaboratif, sehingga di tengah dunia digital yang tanpa batas, orang tua dan anak tetap memiliki kedekatan, perlindungan, serta ruang tumbuh yang aman, positif, dan berdaya. (Red)