Beranda » Kembali ke Panggung Besar, Padi Reborn Guncang Tennis Indoor Senayan

Kembali ke Panggung Besar, Padi Reborn Guncang Tennis Indoor Senayan

Konser Dua Delapan Padi Reborn Rayakan 28 Tahun di Tennis Indoor Senayan

Lanskap, Jakarta – Riuh tepuk tangan dan nyanyian ribuan penonton menggema di kawasan Gelora Bung Karno saat Padi Reborn tampil di atas panggung. Band rock alternatif legendaris asal Surabaya ini sukses menggelar konser tunggal bertajuk “Dua Delapan” di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu malam. Konser tersebut menjadi penanda perjalanan 28 tahun karier Padi Reborn di industri musik Indonesia.

Momen ini terasa istimewa sekaligus sakral karena menandai kebangkitan penuh Padi Reborn setelah vakum dari konser berskala besar selama hampir delapan tahun. Pertunjukan “Dua Delapan” dirancang sebagai perjalanan emosional bagi Sobat Padi, yang selama ini setia menantikan kembalinya sang idola ke panggung megah dengan produksi matang dan konsep yang kuat.

Digawangi Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Yoyo (drum), dan Rindra (bass), Padi Reborn membuka konser dengan lagu “Prolog”. Atmosfer arena langsung memanas ketika mereka melanjutkannya dengan deretan hits seperti “Bayangkanlah”, “Menanti Sebuah Jawaban”, dan “Sang Penghibur”, yang dinyanyikan bersama oleh ribuan penonton.

Interaksi hangat antara personel dan penonton terasa sepanjang pertunjukan. Fadly beberapa kali menyampaikan rasa terima kasih kepada penggemar yang telah menemani perjalanan Padi Reborn lintas generasi. Lagu-lagu penuh kenangan seperti “Lingkaran”, “Semua Tak Sama”, “Seperti Kekasihku”, hingga “Ternyata Cinta” menjadikan konser ini layaknya karaoke raksasa.

Padi Reborn juga menghadirkan kolaborasi lintas generasi. Fanny Soegi tampil membawakan “Langit Biru” dengan nuansa intim, disusul lagu solonya “Asmalibrasi”, sebelum estafet kembali ke Padi Reborn lewat “Beginikah Rasanya”. Kejutan berlanjut dengan kehadiran Sal Priadi, yang membawakan “Rapuh” dan “Gala Bunga Matahari”.

Nuansa pembaruan semakin terasa lewat materi dari album terbaru “Dua Delapan”, seperti “Ego” dan “Haru Biru”, menegaskan relevansi Padi Reborn di tengah dinamika musik masa kini. Total 25 lagu dibawakan malam itu, merangkum perjalanan panjang mereka dalam satu panggung megah.

Selain musikalitas, konsep panggung 360 derajat dan tata cahaya atraktif mendapat apresiasi tinggi dari penonton. Konser “Dua Delapan” menjadi bukti bahwa Padi Reborn tetap kokoh sebagai salah satu ikon penting dalam sejarah musik Indonesia, sekaligus mempererat ikatan emosional dengan para penggemarnya. (Asm)